Selasa, 18 Januari 2011

Puisi (Cahaya Bulan) - Nicholas Saputra on Gie Film

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa

pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui

apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu dan tidur yang lelap sambil membenarkan letak leher kemejaku



kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih

lembah mandalawangi...

kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yg menjadi suram

meresapi belaian angin yg menjadi dingin



apakah kau masih membelaiku semesra dahulu

ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra..

lebih dekat..



apa kau kau masih akan berkata

kudengar dekap jantungmu

kita begitu berbeda dalam semua

kecuali dalam cinta



cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan

yg takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu

bagai letusan merapi bangunkan ku dari mimpi

sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

0 comments:

Posting Komentar

Followers

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls